" Berusaha Untuk Selalu Menjadi Yang Terbaik "

Archive for the ‘Renungan’ Category

Tanya diri sendiri

Sering kita bertanya pada diri kita sendiri…Mengapa kita harus mengalami kesulitan sementara orang lain bisa senang ..?
Mengapa kita harus bekerja keras sampai harus lembur sementara orang lain sudah pulang ke rumah ..?
Mengapa kita selalu menjadi karyawan sementara orang lain bisa jadi usahawan sukses ..?
Mengapa kita harus berhujan-hujan naik angkutan umum sementara orang lain merasa nyaman di kendaraan pribadinya ..?
Mengapa kita harus makan dengan menu yang sederhana dan itu-itu saja, sementara orang lain makan dengan menu yang lezat di restoran-restoran mewah ..?

Tapi pernahkah kita bertanya…
Adakah orang lain yang lebih susah daripada kita malah tidak pernah tahu apa yang namanya senang ..?
Adakah orang lain yang tidak punya pekerjaan sama sekali sampai rela bekerja apapun ..?
Adakah orang yang bahkan untuk naik angkutan umum saja tidak mampu bayar ..?
Adakah orang yang belum makan seharian dan terpaksa mengais-ngais sampah dan makanan sisa orang lain demi mengisi perutnya yang merintih kelaparan ..?
Mengapa kita selalu melihat ke atas, dan tidak pernah melihat ke bawah ..?
Mengapa saat kita susah, kita menyalahkan Tuhan, tetapi kepada saat senang kita lupa pada Tuhan ..?
Mengapa kita selalu komplain, tapi tidak pernah bersyukur ..?

Jawabannya tidak ada di buku mana pun, tidak ada di siapa pun, tapi di hati kita sendiri…

Renungan seorang Isteri

Pada suatu kelas, seorang dosen mengadakan suatu permainan kecil kepada mahasiswanya yang sudah berumah tangga.
Dosen: “Mari kita buat satu permainan, mohon 1 orang bantu saya kedepan.”
Kemudian salah satu mahasiswa berjalan menuju Papan Tulis.
Dosen: “Silahkan tulis 10 nama yang paling dekat dengan anda!”
Dalam sekejap sudah dituliskan semuanya oleh mahasiswa tsb.
Ada nama tetangganya, nama org tuanya, kekasihnya, anaknya dll.
Dosen: “Sekarang silahkan coret 2 nama yg menurut anda tidak penting !”
*Mahasiswa itu lalu mencoret nama tetangganya.
Dosen: “Silahkan Coret 2 nama lagi !”
Mahasiswa itu mencoret nama teman2 kantornya.
Dosen: “Silahkan Coret 1 nama lagi !”
Mahasiswa Itu mencoret 1 nama dari papan tulis &seterusnya sampai tersisa 3 nama yaitu orang tuanya, isterinya, & anaknya.
Suasana kelas hening.
Mereka mengira semua sudah selesai & tak ada lagi yang harus dipilih.
Tiba2 Dosen berkata : “Silahkan Coret 1 nama lagi !”
Mahasiswa itu perlahan mengambil pilihan yang amat sulit lalu dia mencoret nama orang tuanya secara perlahan.
Dosen: “Silahkan Coret 1 nama lagi !”
Hati sang mahasiswa menjadi bingung. Kmudian mengangkat kapur & lambat laun mencoret nama anaknya.
Segera mahasiswa itupun menangis.
Setelah suasana tenang sang Dosen brtanya kepada Mahasiswa itu. “Orang terkasihmu bukan Orang tua yang mmbesarkan Anda, anak anda adalah darah daging anda, sedang isteri itu bisa di cari lagi. Tapi mengapa anda berbalik memilih isteri anda sebagai orang yang paling sulit untuk dipisahkan ?”
Semua orang didalam kelas terpana mnunggu jawaban dari mahasiswa itu.
Lalu sang mahasiswa itu berkata,
“Sesuai waktu berlalu, orang tua saya akan pergi & meninggalkan saya, sedang anak jika sudah dewasa lalu menikah, setelah itu pasti meninggalkan saya juga.
Sedangkan yang benar-benar bisa menemani saya dalam hidup ini hanyalah ISTERI saya
Orang tua & anak bukan saya yang memilih, TUHAN yang menganugrahkan kepada saya tapi saya yang memilih sendiri ISTERI saya dari seluruh wanita di dunia .. Isterilah menjadi teman seumur hidup.. “
” Have a good day “

Renungan minggu malam

Satu pohon dapat membuat jutaan batang korek api, tapi satu batang korek api dapat membakar jutaan pohon.

Jadi……
Satu pikiran negatif dapat membakar semua pikiran positif.

Korek api mempunyai kepala,
tetapi tidak mempunyai otak,
oleh karena itu setiap kali ada gesekan kecil, sang korek api langsung terbakar.

Kita mempunyai kepala, dan juga otak, jadi kita tidak perlu kebakaran jenggot hanya karena gesekan kecil.

Ketika burung hidup, ia makan semut.
Ketika burung mati, semut makan burung.

Waktu terus berputar sepanjang jaman.
Siklus kehidupan terus berlanjut.

Jangan merendahkan siapapun dalam hidup , bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapa diri kita.

Kita mungkin berkuasa tapi WAKTU lebih berkuasa daripada kita.

Waktu kita sedang jaya, kita merasa banyak teman di sekeliling kita,
Waktu kita tak berdaya, barulah kita sadar selama ini siapa kualitas orang yg hanya memperalat & menggunakan kita.

Waktu kita sakit, kita baru tahu bahwa sehat itu sangat penting, jauh melebihi harta.

Ketika kita tua, kita baru tahu kalau masih banyak yang belum dikerjakan.

Dan, setelah di ambang ajal, kita baru tahu ternyata begitu banyak waktu yang terbuang sia-sia.

Hidup tidaklah lama, sudah saatnya kita bersama² membuat HIDUP LEBIH BERHARGA

Saling menghargai,
Saling membantu dan memberi,
Saling mendukung,
Jadilah teman perjalanan hidup yg tanpa pamrih dan syarat,
Jauhkan niat tdk baik seseorang melakukan suatu hal yang menyimpang untuk kepentingan pribadi kita.

Believe in “Cause and Effect”